Inspirasi

Rabu

Lirik Lagu Snow Flowers - English

Snow Flowers-english

Together hand in hand we walked through evening gloom
Long shadows on the pavement, cast from the sunset sky
If only this would last until the end of time
And if this is forever I swear that I could cry
The northern wind starts to blow
And the smell of winter's in the air
As we take each step upon the ground
The season of love.. Grow near

We could share the very first snowflowers of the year
In your arms where I belong
Wacth as the city turns from grey to white
And the day turns into night
Love that floats like wayward clouds, that's not what we're about
Sure and strong is my love for you
And it comes from the bottom of my heart

With you by my side, to catch me when I fall
I can cast my fears aside, feel twice as tall
If only this would last, this smile upon my face
And if this is forever, you're my saving grace
The nights were so cold without you
And the days were always short on light
Now a fire's warming me through
And suddenly this upturned world is feeling right

We could share the very first snowflowers of the year
In your arms where I belong
Wacth as the city turns from grey to white
And the day turns into night
Love that floats like wayward clouds, that's not what we're about
Sure and strong is my love for you
And it comes from the bottom of my heart

If there comes a time when you have lost your way
I'll turn my self into a star to guide you through
If ever you find tears upon your face
I will be there, always be there for you

We could share the very first snowflowers of the year
In your arms where I belong
Wacth as the city turns from grey to white
And the day turns into night
Love that floats like wayward clouds, that's not what we're about
Sure and strong is my love for you
The city turns from grey to white
And the days turns into night

We could share the very first snowflowers of the year
In your arms where I belong
Cold winds from the north blow
The sky casts its last glow
But you and I are standing..
Strong...

Baca SelengkapnyaLirik Lagu Snow Flowers - English

Sabtu

Contoh Naskah Drama "Kabayan Go To Town "

Contoh Naskah Drama "Kabayan Go To Town "

Pemain :
ü  Kabayan                                              ü  Wartawan
ü  Iteung                                                 ü  Inge
ü  Kang Ibing                                          ü  Jony
ü  Ibu Kabayan                                       ü  Kian
ü  Warga




KABAYAN GO TO TOWN

(Versi Tegal)
Kabayan duduk dipinggiran sawah sambil memainkan alat music kesukaannya yaitu seruling. Beberapa menit kemudian Iteung selaku pacar kabayan datang menghampiri dengan membawa rantang yang berisi makanan.
Iteung      : Kabayan. . . kie enyong nggawa panganan (sambil mencium tangan kabayan)
Kabayan     : Eh Iteung, mene njagong
Iteungpun duduk disamping kabayan dan kabayanpun segera membuka isi rantang dan memakannya dengan lahap.
Iteung      : Kabayan pimen sawahe ? nguwit kabeh ora ?
Kabayan     : Yah kaya kie teng, musimme udan nggawe tanah ora subur ya nggo nguwit kangelan
Iteung      : Zaman saiki luruh duit angel, suka luruh kerjaan liyane sing bisa olih duit akeh dadine bisa nggo nyambung dina
Kabayan     : Pan luruh kerjaan apa maning teng, kowen ngerti dewek aku keh kur lulusan SD, Ora mungkin ana sing gelem ngerjakna enyong. Toli ngko sawahe pimen? Melas ngko laka sing pada mangan oh
Iteung      : Dadi artis neng kota , kan bayarane gede olih duit akeh.
Kabayan     : Lah enyong be ora bisa acting
Iteung      : Ya wis enyong bae sing neng kota dadi artis, toil olih duit akeh
Kabayan     : (Kabayanpun kaget mendengar kata-kata Iteung tadi dan makanan yang ada dmulutnya keluar semua) Aja !! Ora usah , pan apa mana. Aja teng neng kene bae urip neng kota kuwe ora gampang (Dengan nada gentak dan memohon)
Iteung      : Iteung tetep pan mana, Iteung wes kesel urip neng kene ora sugih-sugih (Dengan nada putus asa dan bergegas pergi meninggalkan kabayan)
Kabayan     : Iteung. . . . . .  Iteung. . . . . . (teriaknya)
Iteungpun pulang dan masuk kekamarnya, ia merasa sedih dengan sikap Kabayan. Ia berfikir untuk kedua kalinya bahwa keputusan untuk pergi kekota itu benar. Dengan itu Iteungpun segera bergegas memilih pakaian yang akan dibawanya dan memasukkannya didalam tapih dengan rapi. Setelah itu ia menulis sesuatu dilembar kertas dan manaruhnya diatas meja.Lalu segera pergi.
Iteung      : Laka salahe oh nek Iteung lunga neng kota, mbokate bisa dadi artis (Dengan bangga hati)
Kabayan yang sedang duduk di Terasnya sambil menikmati secangkir kopi yang dibuatkan oleh ibunya.
Ibu Kabayan : Bisane kowe neng kene bae, ora marin Iteung ? (Berdiri disampingnya)
Kabayan     : Ora mak, Iteung lagi jengkel. Paling ari Kabayan mana Iteung ora gelem ngomong.
Ibu Kabayan : Emang Iteung jengkel kenapa? (sambil duduk)
Kabayan     : Kae Iteung pan lunga neng kota pan dadi artis, padahal ya dadi artis ora segampang sing dipikirna Iteung.
Ibu Kabayan : Halah pan dadi artis ?? (shock dan tertawa terbahak-bahak)
Kabayan     : Ya ben olih duit akeh jarene (menunduk)
Tiba – tiba salah seorang warga datang kerumah Kabayan.
Warga       : Assalamualaikum….
Kabayan&Ibu : Waalaikumsalam….
Warga       : Kabayan kowe ora neng omahe Iteung ?
Kabayan     : Ora.. emang pimen ?
Warga       : Jare Iteung lunga neng kota , jare pengen dadi artis (nada meyakinkan)
Kabayan     : Kowe jare sapa ?
Warga       : Kiee.. (sambil menunjukkan sesuatu) Iteung nulis surta nggo kowen


Dengan membaca surat dari Iteung kabayan terkejut/kaget . Ia kira apa yang dikatakan Iteung disawah tadi itu hanya pambicaraan tidak serius, tapi apa yang dipikirkan kabayan itu salah. Iteung benar nekat pergi kekota.
Iteungpun telah sampai dikota Jakarta, Ia sangant kebingungan karena ia sama sekali tidak tau kemana ia harus pergi untuk menemui seorang produser yang dapat membantunya untuk menjadi artis. Iteungpun mencoba untuk bertanya-tanya kepada salah seorang yang ada dsekitar.
Iteung      : Kang, enyong melu takon. Sampeyan ngerti neng endi umahe produser ? enyong pengin dadi artis (Dengan pedenya)
Orang yang diajak berbicara dengan Iteungpun terlihat kebingungan, Ia tidak tau apa yang dikatakan oleh Iteung, ia merasa Iteung adalah orang gila karena pakaiannya yang norak. Orang itupun pergi meninggalkan Iteung tanpa merespon apa yang dikatakan Iteung.
Iteung      : Loh daning malah lunga , ditakoni koh. (Dengan muka bingung dan memutuskan untuk bertanya kepada orang lain) Mbak umahe produser neng endi ? enyong pengin dadi artis
Orang Jak   : Halaah kowen ke neng Kota ngomonge atik Bahasa Indonesia oh..!
Iteung      : Oh.. pantesan wong miki ditakoni malah lunga (garuk-garuk kepala) toil sampeyan ngerti ora neng endi umah produser ?
Orang Jak   : Ora aku ora ngerti
Iteung      : Laah sing ngerti sapa (muka kebingungan)
Orang Jak   : Saya tidak tahu (nada menggentak dan pergi meninggalkan iteung)
Setelah beberapa lama kemudian Iteungpun bertemu dengan seorang Produser.
(Suasana di Desa)
Kabayan duduk merenung sambil memikirkan bagaimana keadaan Iteung. “Sudah seminggu Iteung pergi, bagaimana keadaanya,tinggal dimana dia?apakah dia sudah bertemu dengan produser yang diinginkanya” pikir kabayan. Tak terduga Ibunya memperhatikannya dari tadi dan menghampirinya.
Ibu Kabayan : Melasi nemen kowen.. Wis aja ngelamun bae, ora apik (bujuk ibunya sambil mendekati dan duduk disampingnya)
Kabayan     : Kabayan wedi ana apa-apa karo iteung ma, ngerti dewek neng kota kuwe akeh wong jahat.
Ibu Kabayan : Wez ari kowen bener-bener demen karo Iteung lan ora pengen ana kejadian apa-apa , Nyusul mana maring kota , toli kon balik oh
Kabayan     : Iya yah ma.. (dengan spontan) yawez kabayan nyusul Iteung ya maa, kabayan pan tata-tata sit (bergegas meninggalkan ibunya dan pergi kekamar untuk menata pakaian)
Ibu Kabayan : Lah daning lungane saiki (terkejut) toli ngko emak karo sapa ?
Setelah beberapa menit kemudian Kabayanpun keluar dari kamarnya dengan membawa beberapa pakaian dan segera berpamitan kepada ibunya.
Kabayan     : Mak.. Kabayan pamit yaa (mencium tangan ibunya) Dongakna ya ben ketemu Iteung. Assalamualaikum…
Sesampai di Kota, Kabayan bingun harus kea rah mana dulu ia mencari Iteung. Kabayan duduk di Halte   dan tak lama Tanya iapun Tanya pada salah seorang yang ada diHalte.
Kabayan     : Maaf mas numpang nanya , kenal  Iteung?
Kang Ibing  : Iteung ? (nada bingung) Tidak, siapa dia ?
Kabayan     : Dia pacar saya , sekitar sebulan yang lalu dia pergi ke Jakarta makanya saya kesini mau jemput dia
Kang Ibing  : Emang dia bekerja apa ?
Kabayan     : Saya kurang tahu, dia bilang kalo dia pengin jadi artis
Kang Ibing  : Artis ?? (berfikir dan tertawa) oh iya emang dua minggu terakhir ada artis baru lagi naik daun, tapi namanya Angel bukan Iteung (masih tertawa)
Kabayan     : Kok Angel ? emang seperti apa wajahnya (penasaran)
Kang Ibing  : Ehm.. saya juga tidak terlalu paham tetapi yang jelas logatnya seperti orang desa
Kabayan     : Sungguh… (terkejut) Dimana dia sekarang ? Dapatkah kau mengantar saya menemuinya ? Mas tau alamatnya kah ?
Kang Ibing  : Ehm.. baiklah. Kebetulan saya juga ingin kesana karena ada urusan. Oh iya perkenalkan nama saya Ibing biasa dipanggil Kang Ibing . Kamu siapa ?
Kabayan     : Saya Kabayan
Kang Ibing  : Oke , senang berkenalan dengan anda
Kabayan     : (Senyum)
Merekapun sampai ditempat yang dituju. Disana banyak wartawan yang sedang menyerbu untuk mewawancarai seseorang yang baru saja keluar dari gedung. Kabayan belum mengerti jelas siapa orang itu. Kabayan sempat mendengar percakapan
Wartawan    : Mba Angel bagaimana kelanjutan hubungan kalian berdua , apakah akan sampai dipernikahan ?
Iteung/Angel: Saya tidak tahu, silahkan Tanya pada Jony aja.
Wartawan    : Bagaimana dengan anda Jony ? Apakah hubungan anda akan sampai ke jenjang pernikahan ?
Jony        : Ehm.. oke kita lihat saja nanti (senyum dan berburu-buru pergi)
Wartawan    : Kalian berdua pasangan yang sangat romantic
Kabayan dengan penasarannya masih saja memperhatikan orang tersebut
Kang Ibing  : Itu yang namanya Angel (sambil menunjuk)
Dengar apa yang dikatakan kang Ibing Kabayan semakin penasaran dan memutuskan untuk mengejarnya bersama dengan wartawan.
Kabayan     : Iteung. . . .  (teriaknya dengan yakin)
Semua orang yang ada disekitarpun mengalihkan pandangan kea rah kabayan , mereka terkejut saat memanggil seorang artis ternama Angel dengan sebutan Iteung
Kabayan     : (mendekatinya) Iteung , kie kowen ?? hebat.. kowen tambah ayu bersih (pujinya)
Iteung/Angel: Maaf.. anda siapa ? saya tidak mengenal anda dan saya ini Angel bukan III… siapa lah tadi (tegasnya)
Kabayan     : Iteung… (senyum)
Iteung/Angel: Ya siapalah gak penting (sinisnya)
Kabayan     : Iteung kie aku Kabayan.. masa kowen klalen . kie aku Kabayan pacare kowen (meyakinkan)
Iteung/Angel: emm Maaf saya tidak kenal anda , mendingan anda pergi sebelum saya panggilkan Security (sambil mendorong)
Iteung/Angel , Jony dan semua wartawanpun pergi. Kabayan merasa sangat terpukul dengan sikap Iteung tadi. Dengan peristiwa itu Kang Ibing menjadi Iba terhadap Kabayan.
Kang Ibing  : Kamu yang sabar yah (memupuk-mupuk pundak kabayan)
Kabayan     : (hanya mengangguk)
Kang Ibing  : Lalu setelah ini kamu mau kemana ? ini udah sore , kamu mau tidur dimana ?
Kabayan     : Saya tidak tahu… saya bingung (muka sedih,kecewa dan pasrah)
Kang Ibing  : Yaudah untuk sementara kamu tidur dirumah saya dulu , nanti kalo kamu sudah ada rencana kamu bisa meneruskanya
Kabayan     : Akang serius ? Makasih banyak kang.. (mencium tangannya)
Kang Ibing  : Sudah.. sudah.. tidak usah berlebihan
Keesokkan harinya Kabayan pergi ketempat kemarin , sesampai disana ia bertemu dengan seseorang yang mengenal Kabayan namun kabayan tidak mengenalinya. Ia adalah ibu Kabayan yang ternyata melihat pertilaku Iteung terhadap Kabayan yang di espos di media televisi.
Ibu Kabayan : Heii.. Kabayan (Sambil membawa sepeda ontel)
Kabayan     : Anda memanggil saya ?
Ibu Kabayan : Yes , tentu saja saya (Menaruh sepedanya)
Kabayan     : Apakah kita pernah bertemu ?
Ibu Kabayan : No No No , tentu saja pernah. Kau tidak mengenalku ? Kau mau jadi anak durhaka seperti Iteung yang lupa padamu . Aku ini ibumu (jelasnya)
Kabayan     : Emak ? Kie emak ? (terkejut) bisane pakaianne kaya kie ? toli pan apa mene ?
Ibu Kabayan : Oh No.. Jangan panggil emak tapi mamih (senyumnya)
Kabayan     : I..Iya mamih. Mamih mene pan apa ? toli bisane ngomonge kaya kue ?
Ibu Kabayan : Oh anakku , mamih kesini ingin menjemputmu pulang. Tak ada gunanya lagi jika kau masih disini. Ini Jakarta dan kita harus memakai Bahasa Indonesia, kita juga harus berpakaian seperti ini agar kita tidak malu.
Kabayan     : (Tepok jidad) Mak ning nganggo kaya kie kue malah ngisin-ngisinna.. mending kaya Kabayan biasa bae ora nggaya-nggaya.
Ibu Kabayan : No No , pakailah Bahasa Indonesia anakku , dengarlah apa kata mamih
Kabayan     : Ya wis lah mak Kabayan pan maring Iteung ndisit.
Ibu Kabayan : No No No , mau apa kau kesana.  Tidak ada gunanya , yang ada nanti kau malah dipermalukan seperti kemarin. Sebaiknya kau pulang bersamaku
Kabayan     : Mak.. kabayan pengin weruh Iteung. Sepisan toli wes (memohonnya)
Kabayan pun pergi kearah yang berlawanan dengan ibunya. Ibunya pergi, dia lupa membawa sepedanya.
Ibu Kabayan : Ha iya, pitte ketinggalan. (Kembali lagi dan mengambil sepeda ontelnya)
Iteung duduk bersama Saribanon selaku managernya menunggu Jony datang.
Iteung/Angel: Banon, kau kan managerku. Sekarang tinggal berapa uangku ?
Saribanon   : kurang lebih 200.000 mbak
Iteung/Angel: Hah sedikit sekali ? Kenapa tinggal segitu ?
Saribanon   : Lho orang mbak sendiri yang makai , apalagi pacar mba yang sukanya minta tidak pernah mentraktir (jawabnya ketus)
Iteung/Angel: Huss.. Jangan bilang begitu. Nanti saya akan minta kepada Jony. Kemana sih dia lama amat (wajah bête)
Setelah beberapa menit kemudian Jonypun datang bersama seorang wanita, mereka sangat mesra sehingga membuat Iteung/Angelpun marah.Iteung/Angelpun segera menghampirinya.
Iteung/Angel: Jony !! siapa dia !? (gentaknya)
Jony        : (hanya terdiam)
Inge        : Heyy.. My Name is Inge, this my darling. (mengulurkan tangannya)
Iteung/Angel sama sekali tidak tahu apa yang dikatakannya.
Iteung/Angel: Banon tadi dia bilang apa ? (bisiknya)
Saribanon   : Namanya Inge , dia bilang kalo dia pacarnya Jony “darling”
Iteung/Angel: Apa ?? Jony kan pacarku. Bilang padanya kalo Jony pacarku,   cepat !!
Saribanon   : Jony is Angel’s Boyfriend
Inge        : What ???
Iteung/Angel: Apa yang dikatakannya ? (bisiknya lagi)
Saribanon   : Katanya “Apa”
Tiba – tiba datanglah seorang wanita dan langsung menyapa Jony.
Kian        : Hey Honey.. ada apa ini ? sepertinya serius..
Iteung/Angel: Siapa kamu..?
Inge        : What is your name ?
Kian        : My name is Kian, saya adalah pacar Jony. Siapa kalian ?
Iteung/Angel: Apaa? Kamu pacar Jony? Kamu tau gak dia itu pacar aku dan dia juga pacar. . . (melirik Inge)
Kian        : What ? jadi kau mempermainkan aku gitu ? Apa kata dunia (muka stress)
Iteung/Angel: Okeh.. sekarang kembalikan unagku
Inge        : My money ???
Jony        : Oh.. itu semua salah kalian (tertawa lepas) Salah kalian mau saja memberiku uang (gentaknya)
Iteng dan Kian kaget mendenga ucapan dari Jony, ternyata Jony hanya menginginkan uang. Sedangkan Inge kebingungan
Inge        : What Wrong ?
Saribanon   : He is Playboy he disappear your money
Kian pacar selingkuhan Jony menampar Jony, sedangkan Inge yang tadinya membawa jas Jony melemparnya ke arah Jony, dan Iteung mendorong Jony kebelakang tak percaya apa yang dilakukan Jony padanya.
Itengpun pergi, Ia sadar bahwa Jony tidak baik untuknya, Dan Kabayanlah yang terbaik dari yang baik buat Iteung.
Dalam hati dia berkata “ Ternyata Jony penipu,dia telah mempermainkanku.Aku telah salah memilih orang. Hanya kabayanlah yang baik untukku” Iteungpun memutuskan untuk pulang menyusul dan meminta maaf kepada Kabayan.
Kabayan duduk di Sawah , Kabayan kangen dengan Iteung. Tiba-tiba Iteung datang menghampiri Kabayan dan minta maaf pada Kabayan. Mereka pun berbincang dan berkata.
Iteung              :  Tak selamanya kekayaan membuat kita bahagia, walaupun   kita miskin tetapi kita masih bisa merasakan kebahagiaan kok (senyum melihat kearah Kabayan)
Kabayan          :  Iya.. Ora selawase sugih gawe dewek seneng. Syukuri apa anane. Kie juga dadi pembelajaran nggo dewek kabeh

- E N D I N G -


Baca SelengkapnyaContoh Naskah Drama "Kabayan Go To Town "

Senin

Contoh PPT Kimia Koloid

Contoh PPT Kimia Koloid

        Istilah koloid pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Graham (1861) berdasarkan
pengamatannya terhadap gelatin yang merupakan kristal tetapi sukar mengalami difusi,
padahal umumnya kristal mudah mengalami difusi. Koloid berasal dari kata “kolia”,
yang artinya “lem”. Pada umumnya koloid mempunyai ukuran partikel antara 1 nm–
100 nm. Oleh karena ukuran partikelnya relatif kecil, sistem koloid tidak dapat diamati
dengan mata langsung (mata telanjang), tetapi masih bisa diamati dengan menggunakan
mikroskop ultra.
Contoh:
Sabun, susu, jelli, mentega, selai, santan, dan mayonase.

Perbedaan larutan,koloid, dan suspensi.

LARUTAN(DISPERSI MOLEKULER)

KOLOID(DISPERSI KOLOID)

SUSPENSI(DISPERSI KASAR)

JernihPartikel terdispersi tidak dapt diamati dengan mikrosop ultra

Keruh-jernihPartikel terdispersi hanya dapat diamati dengan mikrosop ultra

KeruhPartikel terdispersi dapat diamati langsung dengan mata telanjang

Semua partikel berdimensi < 1 nm

Partikel berdimensi antar 1 nm – 100 nm

Salah satu/semua dimensi partikel > 100 nm

1 fasa

2 fasa

2 fasa

stabil

Pada umumnya stabil

Tidak stabil

Tidak dapat disaring

Tidak dapat disaring kecuali dengan penyaring ultra

Dapat disaring

Untuk lebbih lengkapnya bisa dilihat di contoh ppt kimia Koloid, yang bisa didownload disini
Baca SelengkapnyaContoh PPT Kimia Koloid

Sabtu

Kembali Disini

Cerpen-Kembali Disini
            Hari ini benar-benar melelahkan. Kubanting tas sekolahku keatas sofa,  tanpa menghiraukan apa yang bakal terjadi setelah ini. Ya! Kau benar, bapakku pasti bakalan marah-marah kayak orang kebakaran jenggot. Aku bener-benar sebal. Kenapa hari ini aku begitu sial? Pertama, aku dihukum guruku karena aku lupa mengerjakan PR. Padahal waktu itu aku jujur 100% seharusnya aku dapat piala kejujuran dong. Apa aku nggak boleh lupa? Apa semua orang tidak pernah lupa. Kata guruku “benar-benar alasan yang paling klise. Apa tidak ada alasan yang lain apa? Sekarang keluar dan kerjakan pr kamu dan ini, soal tambahan” bukankah itu memalukan?. Sudahlah, cukup. Aku tidak mau membahasnya.
            Kedua,  aku diputusin. Yah,, whatever .. aku nggak peduli. Yang ketiga, aku dipanggil guru bk karena udah terlambat lebih dari 3 kali. Yang keempat, supir angkot nggak bisa nganter sampe tujuan. Yah,, bayar dobel. Kan sayang? Iya kagak? Yang kelima.. saat aku jalan, tiba-tiba dari arah belakangku ada mobil lewat jalan becek disampingku.. ya kalian tau sendiri apa yang terjadi kan? Aku kecipratan air kotor itu. Dan sampailah aku dirumah ini.,. dan tidak lupa dapat bonus nyanyian bapakku,,, J :D
            Aku tidak menghiraukan ocehan bapakku.. okelah aku ngaku, aku emang anak nakal, nggak suka diatur, njimed wis!.
            Aku masuk kamarku, lalu mandi. Setelah berganti pakaian, akupun langsung ke meja makan untuk makan siang. Padahal ini sudah sore,, tak apalah,, peduli??? Aku menaruh piring kotor itu sembarang dan dilanjut menonton tv. Ohh,, sinetron iklan iklan iklan berita gosip berita realiti show iklan iklan sinetron sinetron gosip kartun. Nah,, ini dia, sinetron.
            Cerita dalam sinetron itu menceritakan tentang anak yang ditinggal mati ayahnya. Tetapi kok anaknya itu malah seneng? Aku tiba2 keinget temen aku waktu aku masih kecil. Kira2 waktu itu aku masih duduk di kelas 5 sd.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
            “oji, kamu lagi ngapain sih?” tanyaku melihat dia lagi duduk dan mengerjakan apa itu, aku nggak tau. Lhal makannya aku nanya... tapi si oji malah diam saja tak menanggapi pertanyaanku. Aku memegang rambutnya yang lucu sambil ketawa karena geli. “kamu ngapain sih? Pegang pegang rambutku segala.” Jawabnya sebal. “dih,, gitu aja kok marah sih?” kataku asal.
                “oji, kamu potong rambut dimana sih? Kok bisa rambutmu berdiri begitu?” tanyaku. Diapun tersenyum “kamu gimana sih? Aku kan dicukur sama bapakmu?”  katanya serius. “ ih masa sih? Emangnya bapakku bisa nyukur rambut?” tanyaku lagi. “tanya aja sama bapakmu sendiri.” Jawab oji. Akupun segera tanya bapakku “pak.. kok bapak bisa nyukur rambut oji kayak gitu sih? Kasian si oji rambutnya aneh.”kataku. bapakku bingung denger ucapanku. “bapak yang nyukur rambut oji? Sejak kapan bapak bisa nyukur rambut?” jawab ayahku. Akupun menoleh ke oji dan mendapatinya sedang ngikik-ngikik puas atas kebodohanku. Dan begitulah memang. Oji sering main kerumahku, tapi bukan untuk ketemu aku. Tapi kakakku. Oji orangya lucu, apalagi rambutnya itu. Dan setelah itu oji tidak main lagi kerumah. Sudah tiga hari dia tidak nongol. Ada apa yah? Tumben.
                Waktu itu ba’da magrib. Ada yang mengetuk pintu. Kakakku yang membukakan pintu. Aku terkejut dan senang. Si oji main lagi kerumah. Aku sudah tidak sabar untk mengacak-acak rambutnya. Tapi,,, lhoh kok oji mukanya cemberut sih? Kakakku tanya “oji, kok baru nongol sih? Kemana aja kamu?” tapi oji malah diem aja. Dan kakakku mengajaknya duduk diruang tamu, akupun ikut tanya “oji kamu kok kemarin-mari  gak pernah main lagi sih?” oji menjawab “bapakku diopname tiga hari lalu.” Kulihat matanya yang muram. Mungkin dia mau menangis. Yah, bapaknya diopname trus? “trus sekarang gimana keadaannya?” tanyaku lagi. Dengan mantap dia berkata “napakku sudah meninggal dan sudah dikuburkan. Sekarang aku Cuma mau pamit,, aku mau ikut kakakku ke jekarta. Karena disini sudah nggak ada yang ngurus aku lagi.” Aku terkejut, sangat terkejut. Dan aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dan oji langsung saja pergi dengan sepeda kecilnya. Itulah terakhir  aku bertemu dengannya. Sungguh, aku menyesal. Kenapa aku diam saja dan tidak berusaha menghiburnya, padahal oji masih kecil. Kenapa ia harus menglaminya. Aku kangen oji...
                Tak kusangka kini sudah enam tahun berlalu. Kira-kira seperti apa yah dia sekarang? Apakah rambutnya masih sama? Dia sekarang dijakarta ngapain? Apa dia sekolah? Apa dia Cuma jadi gelandngan? Apa dia masih hdup ataukah ia sudah mati? Aku kengen oji. Aku lupa gimana bentuk wajahnya, yang kuingat hanya rambutnya yang aneh dan menyenangkan.
                “vera.. piringnya ditaruh yang bener dong. Anak perempuan kok jorok banget sih? “ ibuku ngomel. Omelan itu membuyarkan lamunanku seketika. “iya bu, nanti aku taruh dibelakang.” Suaraku lantang.” Jangan nanti,,, sekarang!!! Kamu sukanya lupa.  Ntar kalonggak ditaro, besok uang saku kamu ibu kurangin” ancam ibuku. Hohoho emangnya aku tidak takut apa? Akupun segera mengabil piring itu dan segera mencucinya.
                Kudengar suara pintu diketuk. Siapa sih? Maghrib2 gini ada tamu. Kubukakan pintu dan muncul seorang cowok yang nggak aku kenal. “ assalami’alaikum..” huh telat. “waalaikum salam” jawabku. Cari siapa yah? Kakakku? “mm, cari siapa yah?” tanyaku “kakakmu..” jawabnya halus. Aku jadi inget oji lagi. “oh,, tunggu sebentar. Silahkan duduk dulu.” Kataku. Kok dia malah nyengir sih? Aku nggak perduli lah. Aku segera kekamar kakakku.. tapi koko kayaknya aku pernah lihat ya? Mukanya gak asing. Tapi siapa yah? Sampailah aku di “kak, ada yang nyariin” kataku. “hah? Bener oji kesini? Tak kira boongan.” Kakakku antusias dan segera keruang tamu. Siapa tadi oji? Tunggu , maksudnya oji yang mana? Oji yang itu? Yang itu? Yang rambutnya.... astaga..
                Ak segera berlari menuju ruang tamu. Kulihat cowok yang sedang duduk manis itu, kuliht Rambut itu... rambut itu, ternyata masih sama! Si oji tersenyum jail kepadaku. Sialan... bisa-bisanya aku bloon gini. Gimana bisa aku lupa rambut anehnya? Tapi sekarang tidak terlalu aneh. Pyah.. Akupun segera berlari kearahnya dan mengacak-acak rambutnya. Hahahaha... kamipun tertawa lepas. 


By Latifatun Khofiyah
Baca SelengkapnyaKembali Disini