Inspirasi

Sabtu

Story-Eyeshield21 Last Snow

YAAAAAAAAAAAAAAAAAAA-HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
*kembang api dimana"*
Setelah sekian lama ngomong "ein ein bikin story bareng yuk~" akhirnya lahirlah...
LAST SNOW! 8DDDDDDDD
ini Karin x Ibarada~~
daaan bakal sedikit sekali karakter yang muncul...
cuma bbrp pemain teikoku (inipun heracles gak muncul) dan cuma 2 pemain yang harusnya masuk teikokuuu
jadi begitulah, nikmati saja! nikmatnya tak tergantikan, yamato bego~ *digampar ferin*
o iya, disini bakal banyak kata":
-BABU
-lelet
-pelet
-achilles
EYESHIELD 21 © RICHIRO INAGAKI & YUSUKE MURATA
"Oi, Karin, lambat banget sih lu! Lo abis makan kura" ya? Haram tau!" bentak Ibarada.
"Ma-maaf kak Ibarada!" kata Karin sambil menunduk. Waktu nunduk Karin malah kejedot lantai.
"Dasar bodoh!" Ibarada sekali lagi memaki Karin sambil...mengusap kepala Karin.
"E-e-ehh.." Karin blushing dan kaget. (Alya dan Ferin: IKUTAN DONG~)
Ibarada yang jahat, tega, tukang maksa (Alya dan Ferin: Dasar penjajah belanda!) itu...mengusap kepala Karin? Buset, emang Karin anjing...
"GUE BILANG CEPET! Malah bengong! Gue paksa lo jadi romusha!" perintah Ibarada. Tuh kan, penjajah belanda!
"I-iya kak Ibarada-rada gila!" tiba" Achilles muncul karena cemburu.
"Apa lo liat-liat! Dasar TUYUL!" hina Ibarada. (Ikkyu: Tega amat lo ngatain gue...hiks!)
"MBAK YUL!" balas Achilles. Karin tidak tinggal diam. Ia hendak melerai. "U-udah ja-jangan berantem..."
"DIAM KAMU!" bentak Ibarada. Tentu saja Karin kaget.
"IBARADA GEMBEL! BENTAK2 KARIN! Woo! Bando gembel!"
"Bando emang gembel, tapi gua kagak!"
"STOP COY!" tiba2 dua mahluk yang sangat dikenal Ibarada muncul.
"Gak smart lo Ibarada!" tuntut Kotaro. "Liat nih aku hamil! ...Eh bukan, Bando gak gembel tau!"
"Dihamilin siapa? Akaba? Musashi?" balas Ibarada tenang.
"SUDAH KUBILANG AKU GAK HAMIL! IBARADA TOLOL!"
Di kelas, 9.30 pagi.
"Woi Karin nomer 40 jawabannya apa?" bisik Ibarada. Ada ulangan MTK dan Ibarada blom belajar sama sekali tadi malem. Ngapain aja toh bar?
"Eee, B..." jawab Karin.
"Hn..." hanya itu respon Ibarada sambil mencoret LJK. Kebetulan Achilles melihat kejadian itu.
"Woy mbak yul! Parah banget lo nyontek! Kok gak ajak2 gue sih?" bisik Achilles marah.
"Diam tuyul botak." kata Ibarada.
"Semua tuyul itu botak tau!" bantah Achilles. Karin sendiri terlalu takut melerai.
"Kalo upin-ipin?" balas Ibarada tajam.
"Ya, mereka rambutnya cuma satu!"
Kantin, 10.20 pagi
"Ke karin yuk! Eh ke kantin deng." lawak Achilles.
.
.
.
.
Krik
.
.
.
Krik
.
.
.
Hening. Artinya...
.
.
.
GAK LUCU!
"Eh si tuyul ngelawak!" ejek Ibarada. Seperti biasa, ada Ibarada-ada Karin. Mereka jalan berdua. Cieee~
"Ngapain lu jalan berduaan sama Karin!" bentak Achilles cemburu.
"A-aku pesuruh kak Ibarada..." terang Karin sambil ga-ga-ga-gagap.
"Lelet lagi! Biar gak lelet gue kasih pelet! MAU?" bentak Ibarada. Bentak melulu lo kerjaannya bar.
"Ah, ba-ba-baik! ...Eh, hujan..." gumam Karin. "Aduh sial, jasku ketinggalan.."
SRET-
Tiba2 badan Karin terasa hangat. Ketika ia menoleh ke belakang...
...Jaket besar Ibarada sudah menyelimuti badannya. Karin terkejut.
"Daripada lo mati kedinginan, pake tuh!" kata Ibarada. Ia terlihat keren tanpa jas. ITU KATA KARIN LHO! dan Karin..blushing lagi.
"LELET LAGI! Gw melihara ikan di rumah!" kata Ibarada. Kalo lo melihara ikan, trus kenapa? -_-"
"I-ikan?" tanya Karin.
"Bego, ikan makan pelet! Biar kamu nggak lelet, kupaksa kamu makan pelet! MAU?" Ibarada mengulangi kata-katanya.
"Kak Ibarada pelihara ikan?" tampaknya Karin tertarik. "Na-namanya siapa?"
"NGAPAIN IKAN DIKASIH NAMA!" umpat Ibarada. "Yah...ada sih namanya.."
"Si-siapa?" Karin memang suka ikan.
"Karin." jawab Ibarada...BLUSHING? WHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT?
"E-eh? Namanya Karin?" bukan, Karin tidak tersinggung ada ikan dinamain Karin...tetapi...kenapa harus Karin?
Lapangan Amefuto, 14.30 siang
Karin menceritakan semua hal yang terjadi antara dia dan Ibarada. Para cheerleader Teikoku mendengarkan dengan seksama.
"Ibarada sayang banget sama ikannya itu. Dulu waktu SD belom ada namanya. Tapi dia sayang banget sampe sekarang," jelas cewek cheerleader yang kebetulan satu sekolah dengan Ibarada waktu SD.
"Mungkin dia sayang sama ikannya jadi dinamain Karin. Berarti...dia suka padamu! Mungkin saja, kar!" kata kapten cheer. Kar, kar, emang gw malaikat munkar, batin Karin.
"Maksudku, dia sayang padamu. Karena dia sayang sama ikannya juga, jadi dinamain Karin!"
"E-eeeehhh..." Karin blushing lagi. Mungkin dugaan si kapten cheer benar. Kejadian-kejadian tadi itu adalah bukti.
"Apa? Tapi Kak Ibarada itu-"
"WOI KARIN! SAMPE KAPAN LU BENGONG DISITU! KAGAK LATIHAN?" bentak Ibarada.
"...Kayak begitu..." lanjut Karin.
"Manis banget mereka," kata salah seorang cheer ketika Karin pergi menghampiri Ibarada. "Cuma Ibarada yang sadar Karin tidak latihan."
"Aha! Aku punya rencana," seorang cheer menyaut, "Sini, jadi begini..."
Sementara para cheer larut dalam rencana mereka, Karin latihan ditemani Ibarada. Karena takut dibilang lelet lagi, jadi Karin melakukan semuanya secara cepat dengan kecepatan cahaya Sena (?).
"KAAAARIIIIINNNNN! Kalo lelet, lelet banget. Kalo cepet, cepet banget. Anak bodoh!" bentak Ibarada lagi.
"Ma-maaf kak!" kata Karin dengan kepala tertunduk. Ibarada kembali sibuk dengan bolanya.
"Aku mau pulang.." kata Karin. Ia mengambil tasnya dan pergi. Ibarada agak kaget. "Karin marah padaku ya?" pikirnya. Ia berubah cemas. Memang sih hari ini "bentak-meter" Ibarada naik lebih dari biasanya. Gak pernah beli termometer sih. Latihan siang itu ia ikuti dengan setengah hati.
Besoknya, di kelas jam 6.30
"Woy mbak yul! Hari ini ulangan IPS! ...Lho, mana Karin?" Achilles berputar-putar kayak beyblade nyariin Karin. Hari ini Ibarada tidak datang bersama Karin.
"Tau ah gelap!" kata Ibarada. Dasar buta, masih juga terang gini. Dari luar Ibarada tampak tidak peduli. Namun di dalam...khawatirnya setengah mati!
"Pe-permisi!" terdengar suara yang tak asing bagi Ibarada dan Achilles. Jeng jeng...cekres! Ada shin hape rusak!
"Ah, pagi kak Ibarada!" sapa Karin lembut. Sambil...apa coba? Tersenyum!
"Kau telat, lelet!" Ibarada masih sok cuek. Namun gembiranya booo... aduh gak terkatakan deh cyiin!
"Ma-ma-maaf, tadi aku dihadang anak-anak preman. Untung polisi datang. Lukanya nggak terlalu sakit, cuma lecet." jelas Karin panjang-tapi-pendek. Ibarada melihat tangan Karin. Merah. Bukan rambutnya yang merah, itu sih Akaba, bukan Karin. Ibarada meraih tangan Karin dan menjilat lecet Karin."EEEEEEEEEEEEEEEEHHHHH? KA-KA-KA-KAK I-I-IBA-I-IBA-R-R-A-IBA-IBA-RADA?" Ka-karin te-terkejut se-setengah ma-mati.
"Ayo lelet!" Ibarada kembali seperti semula. Achilles hanya bisa menatap tak berdaya sambil mengingat-ingat kata-kata dalam sinetron cinta cenat cenut, buat dikatakan ke Karin.
"Karin, Karin, ambilin hape gue dong. Di ruang serbaguna ya! Gue mau ke kantin bentaaar aja, mau beli sarapan. He he. Tolong ya!" desak seorang cheer. Karin mengangguk dan pergi ke ruang serbaguna.
"Ibarada!" panggil seorang cheer yang pura2 menjadi pelatih klub Amefuto, "Ada perundingan soal naiknya kamu ke tim 1. Ke ruang serbaguna secepatnya!" Ibarada pun ikut dengan semangat.
Di ruang serbaguna
Pintu sudah dikunci namun Ibarada maupun Karin tidak sadar kalau mereka dikunci.
"Mana sih pelatih?" keluh Ibarada. Karin masih mencari HP temannya. Saat Ibarada membaca Cara PDKT, Karin panik sendiri.
"Kak Ibarada, ki-kita kekunci..."
"Apa katamu? KOTARO MELAHIRKAN?" Ibarada mencoba mencairkan suzuna eh suasana - lawak lu. Karin tetap pucat. Ibarada merasa agak kasihan pada Karin yang gemeteran. Pelan-pelan makan rambutan, Ibarada me-me-me-me-me-memeluk Karin.
Karin pun kaget.
Ibarada mendekatkan mukanya ke muka Karin.
10 centi...
8 centi...
5 centi...
3 centi...
dan...
OOOOOOOOOOOOO...APA YANG TERJADI?
*CUPPPPPPPPPPPPPPPPPP*
KAGET JELAS!
Ibarada mencium Karin.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA (jeritan hati seorang author)
Tanpa sadar pintu dibuka karena Achilles khawatir pada Karin.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA (jeritan hati seorang Achilles)
Ibarada melepaskan ciumannya. "Aishiteru Karin.."
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA (jeritan hati seorang Karin)
"I-Ibarada...aishiteru..."
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA (jeritan hati seorang Ibarada)
"Koizumi...maukah kau jadi pacarku...?"
"I-iya Kirio..."
*CUP*
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan coment dibawah ini, kalo bisa kritik dan sarannya juga yah..